異象概覽/唐崇榮牧師
歸正福音運動
一、這個運動之前的處境
二十世紀中葉,整個基督教世界才剛剛從第二次世界大戰所帶來的巨大災難與痛苦中,稍稍獲得一點喘息的空間。東歐地區已經全面落入共產主義的勢力之下;西歐則深受世俗主義的侵蝕與控制。宣教的重心開始由歐洲大陸轉移到北美洲;而美國的教會,卻同時面對自由派神學迅速擴張、嚴重威脅傳統基督信仰生命的局面。
與此同時,各種自稱「最新」的神學思潮不斷湧現,例如「去神話化」運動,企圖與巴特學派的新正統神學相互競逐,並聯手批判、削弱福音信仰的權威。在這樣的時代背景下,亞洲的教會卻正處於一種對神學漠視、忽略的沉睡狀態,儘管上帝曾在屬靈復興上大大施恩,特別是在東南亞與中國,結出了豐盛的果子。
由宋尚節博士與計志文牧師所帶領的復興聚會,確實結出了大量果實,產生了許多全時間事奉主的工人,也建立了四處發展的佈道團隊,甚至喚醒了亞洲各國的民族意識。然而,隨之而來的普世教會運動,卻逐漸忽略正統信仰,並無限制地擴張對各種新興思潮的寬容;再加上靈恩運動取代了傳統五旬節運動,徹底衝擊並重塑宗派教會的思維結構,結果造成一波又一波的平信徒浪潮──他們不明白神學,卻膽敢傳福音、建立教會;沒有信仰告白,沒有嚴謹的禮儀,甚至對歷史所承傳下來的莊嚴聖樂毫無尊重。
在七O到八O年代,當福音派人士逐漸看清基督教內部混亂與偏差的危機時,東南亞地區的學生運動開始被興起,包括校園團契與學園傳道會等事工。然而,神學陣營──也就是培育傳道人的神學教育機構──卻已經失去足夠的力量來捍衛正統信仰。正因如此,才出現了繞過傳統體制、另立神學院的現象。歷史證明,這類學校在維護純正神學與負責任的聖經詮釋方面,往往缺乏深度與重量;因此,許多出身於此的傳道人,難以回應時代的挑戰,更遑論向時代發出挑戰,尤其在面對知識分子時顯得力有未逮。
另一方面,非基督教宗教的復興,同樣對基督信仰構成極大的挑戰。其他宗教中知識分子的人數不斷增加,並且開始有系統地進行整合與動員,這是一個我們絕不可忽視的事實。同時,亞洲各國教育水準的提升,以及現代哲學思潮的廣泛影響,使得一個缺乏深度領導的基督教,很可能被新世代視為落後、甚至遭到輕蔑的宗教。面對這樣的局勢,究竟有誰已經準備好承擔這些挑戰,並在二十世紀末回應這個時代的迫切需要呢?
單靠民間群眾運動所累積的「數量」,並不足以回應時代的挑戰。由於對當今基督教教導混亂的深度不滿,也由於自由派神學與受情感驅動的基督教運動都無法代表真正的基督信仰,因此,我們深切地意識到,有必要興起一個歸正福音運動。
這個運動正處於社會由農業型態轉向工業化,並進一步邁向資訊社會的巨大轉型浪潮之中。正因如此,凡未曾經歷、也不熟悉這種轉型衝擊的人,往往難以理解這個運動;更何況,這是一個逆流而行、卻根植於十六世紀宗教改革精神的運動。因此,這個運動被誤解為落後或反動,也就不足為奇了。然而,我們的動機,正是要把基督信仰帶進廿一世紀。
二、歷史中的歸正運動
十六世紀的宗教改革是一場獨特且無可比擬的運動,其核心動機在於回歸聖經,並承認一切完全基於恩典;唯獨藉著信心,而非人的功德,蒙揀選的人被呼召在世上作上帝的見證。教會不僅蒙召傳講福音、教導真理,也蒙召在上帝話語的引導下實踐文化使命,將聖經原則帶進人類文化的每一個層面,照亮這個世界。
在人類生活的各個層面,歷史已充分見證加爾文主義的貢獻,從個人生命、社會生活、教育制度,甚至成為全球民主制度的先驅。當十九世紀自由主義思潮不斷擴張、侵蝕基督信仰時,歸正神學家堅定地站在屬靈戰線的最前沿,奮力抵擋一切不忠於聖經的教導。因此,無論在歐洲或美國,最具分量、最有深度的反自由派神學著作,大多出自歸正神學家之手。正是歸正神學的精神,保守了基督教免於偏離真道,使教會──作為基督的新婦──持守對主的忠誠。
在荷蘭,有亞伯拉罕.凱波爾、赫曼.巴文克、亨德里克.克雷默;在美國,有查爾斯.賀治、阿奇博德.賀治、華腓德、梅晨、范泰爾、約翰.穆理等人。他們都承襲自加爾文的精神,展現了毫不妥協的立場。普遍恩典的教義,以及對普遍啟示的獨特理解,使歸正神學在處理文化議題、引導現代科學發展、回應新時代運動與後現代主義思潮上,展現出卓越的深度與廣度。任何誠實面對歷史的人,都無法否認歸正神學所完成的工作。它是最經得起考驗、也最有能力引導基督徒穿越信仰戰場、指引人類未來方向的神學之一。
三、歸正福音運動的呼召
難道不是有許多在美國、荷蘭及其他地區接受歸正神學訓練的教會領袖,已經回到印尼的事奉工場了嗎?難道他們不應該引導教會重回歸正精神,喚醒基督徒守護所領受之信仰,並在一個充滿敵對聖經思潮的世界中爭戰嗎?
在等待了將近二十年之後,我深切感到已經不能再等了──雖然自一九六四年起,我就在所服事的神學院中教授歸正教義,並塑造學生的歸正思維。然而,一九八四年罹患 B 型肝炎之後,建立歸正福音運動的呼召,變得前所未有地清楚而迫切。
生命是短暫的。雖然我已服事主二十七年,但透過那次疾病所帶來的深刻體會,我知道自己或許只剩下十五到二十年的時間。因此,我不再等待別人,而是誠懇地禱告,將自己再次獻上,立志在印尼建立歸正福音運動。我懇求上帝,在二十一世紀來臨之前的十五年間,興起一群年輕世代,明白並認識歸正福音運動的重要性,甘心在這個時代中獻身與犧牲。
上帝為這個呼召開路。一九八四年,我們勇敢踏出第一步,舉辦「基督信仰造就研討會」(SPIK),開創歸正教義的先鋒事工。出乎意料地,參與人數不斷增加,並以極大的熱忱領受所教導的歸正教義。
自一九八四年開始的 SPIK 運動,至今仍然持續發展,無論在印尼或海外。許多人因此立志進一步系統性地學習歸正神學。於是,一九八六年,我們設立了「歸正福音神學院」(International Reformed Evangelical Seminary),作為第二個重要步驟。
什麼是歸正福音運動?
運動不同於組織。運動是一把屬靈的火焰,是一種燃燒人心的力量,使一群人被點燃,進而影響他人,看見、承認、延續並完成一項改變歷史的重要使命。任何有分量的歷史運動,都必然具備一致的理論、靈活的策略、完全的委身、忠誠的追隨者,以及長遠而深刻的影響。歸正福音運動亦然。
我們深信,這個運動的動機,純粹出於上帝的呼召、時代的需要,以及基督徒在歷史中活出信仰的使命。因此,我們清楚看見上帝在同在與恩膏上所賜下的祝福,特別是興起被聖靈之火焚燒的人。唯獨上帝得榮耀(Soli Deo Gloria)。
歸正福音運動的內容
這個運動包含兩個層面。第一,是恢復以聖經啟示為根基的神學理解,即由宗教改革家,特別是加爾文主義傳統及其後繼者所承傳的歸正神學。這種嚴謹而忠於聖經的神學,使基督徒的信心得以裝備與堅固,足以面對任何時代的挑戰。
第二,是點燃福音熱忱,動員基督徒親身傳揚福音──這是為全人類而設的好消息,宣告藉著基督的死與復活,使人罪得赦免,與上帝和好,得著榮耀上帝的新生命,為基督作見證。如此,教會便能根植於上帝的話語,並在世界中結果子。
歸正福音運動如何開始?
這個運動的每一個步驟,都是在上帝的帶領之下,藉著祂僕人的順服而逐步展開的。因此,在「歸正神學層面」上,我們作了以下規劃:第一,盡可能形成一個龐大的群體,使人被喚醒並親身經歷歸正福音的教導。這具體落實在「基督信仰造就研討會」的事工中。第二,從這些群體中篩選並呼召一批平信徒,要求自己系統性且持續地學習歸正神學。這便具體表現在「歸正福音神學院」的設立上。第三,建立圖書館,提供高品質、有深度的書籍,滿足那些渴望更深認識真理的人,同時確信這個運動具有普世性,並將在歷史中產生影響。第四,設立神學院與研究機構,為下一個世代預備全時間事奉的上帝僕人。第五,在正統神學的根基上建立教會與佈道據點,成為容許、也鼓勵僕人們勇敢宣講歸正神學,並牧養上帝揀選之民的所在。第六,翻譯並印行歸正神學的重要書籍,使更多人能接觸、理解並承繼這一信仰傳統。
至於在「佈道層面」上的規劃,則包括:第一,舉辦大型佈道聚會,直接面對社會的實際需要,呼召人悔改,回應成為基督徒的邀請。第二,推動佈道門徒訓練,裝備那些蒙召要透過個人佈道來擴展上帝國度的人,從而動員全體信徒成為上帝恩典的管道。第三,在神學院中培訓全時間佈道者,特別預備那些在佈道上有恩賜、有重擔的主僕。第四,設立佈道據點,承接佈道的果效,引導信徒進入牧養生活與教會建造之中。
這個運動的獨特性是什麼?
歸正福音運動不同於歸正福音教會,也不同於任何一個宗派體制。它的目的,是成為對所有宗派的一種推動力量,並且可以屬於任何一間不在歸正福音教會體系內的教會,使眾教會被喚醒、被引導,歸回於正確的神學根基與真正的福音精神。
然而,歸正福音運動也並不排除那些持守歸正福音神學的主僕,因著上帝的引導而建立歸正福音教會,作為上帝國度中的一個器皿,與其他教會彼此配搭,共同完成基督身體在世上的呼召。
誰屬於這個運動?
這個運動並不專屬於全時間傳道人,也不被歸正福音教會所壟斷;因為歸正神學與福音行動,正是教會內在的核心與向外的實踐,本應屬於所有教會。
因此,凡是重生於聖靈、並奉主名受洗歸入基督的人,都有分於歸正福音運動。在上帝的帶領下,那些具有歸正神學立場與福音熱忱的信徒,可以完全出於自願,加入歸正福音機構,甚至加入印尼歸正福音教會。
凡參與這個運動的人,都必須清楚認識並理解歸正福音信仰告白,並且甘心與所有歸正福音同工彼此配搭、同心服事,為要榮耀上帝、潔淨教會的信仰,並將大使命的火焰燃燒到底,直到基督再來。
歸正福音教會與歸正福音運動的關係
歸正福音教會是建立在歸正福音信仰告白的根基之上,其目的是建立一個以歸正神學為基礎、以釋經講道為講壇核心、並以傳揚福音為群體使命的教會。歸正福音教會是基督身體的一部分,與所有在真道上忠心、在世上履行使命的教會同屬一個身體。
歸正福音教會的會友來源包括:第一,藉著直接佈道而信主,並在歸正福音教會受洗成為會友者。第二,從海外或外島遷居至設有歸正福音教會的城市,並在完成慕道與要理教育後,經由轉會程序加入者。第三,信徒父母按應許以基督信仰教養的兒女。第四,按合法程序由其他教會轉入的會友。
在歸正福音教會中,那些確信歸正福音運動重要性、並感受到上帝呼召要參與其中的會友,將被給予實際服事的機會。透過觀察、操練與篩選,有些人將被裝備成為服事更廣大群體的同工。教會的領袖與負責人,則由那些在事奉中顯出成熟度的人承擔。
凡真正認識並理解歸正福音運動的基督徒,都應當在教會生活、社會生活,乃至國家層面上,發揮正面的屬靈與文化影響力。
這個運動的前景
藉著歸正福音的信仰立場,我們盼望有更多教會歸回純正的教義,也有更多教會積極投身於主耶穌基督所交付的大使命。因此,無論是在印尼或海外各大城市的歸正福音神學院、改革宗神學院,都肩負著裝備信徒認識歸正神學,並動員福音使命的重任。而歸正福音教會則被期望在各地廣設「歸正福音講壇」,回應信徒對上帝話語、歸正神學與佈道操練的渴慕。
我們深信,正確的神學乃是文化與生命得著光照的鑰匙;而透過福音的宣講,萬國萬民將被帶回上帝面前。因為主親口宣告:「你們是世上的光,你們是世上的鹽。」在迎向二十一世紀的時刻,當群眾運動深受新時代運動精神影響,文化思潮又被後現代主義所主導之時,讓我們高舉上帝話語的光,如同燈塔一般,引導一切迷失的人,回到那位永恆上帝的懷抱。
--
摘錄自《歸正福音運動——是什麽?與為什麽?》(唐崇榮牧師 著)
GERAKAN REFORMED INJILI
1. Sebelum Gerakan Ini
Pada pertengahan abad ke20, dunia Kekristenan baru mengalami sedikit kelegaan dari kesulitan-kesulitan yang ditimbulkan oleh Perang Dunia II. Daerah Eropa Timur sudah jatuh ke tangan komunisme. Daerah Eropa Barat dilanda oleh sekularisme. Pengutusan misionaris mulai beralih dari daratan Eropa ke Amerika Utara. Sedangkan gereja di Amerika harus menghadapi perkembangan Liberalisme yang sangat mengancam hidup Kekristenan tradisional.
Sementara itu teologi-teologi yang paling baru, misalnya: Demitologisasi berusaha menyaingi NeoOrtodoks dari sayap Barthian untuk mengecam kepercayaan Injil. Pada saat seperti itu, gereja di Asia sedang tertidur di dalam tahap mengabaikan teologi, meskipun gerakan rohani yang pernah dikaruniakan oleh Tuhan sudah menghasilkan banyak buah khususnya di Asia Tenggara dan Cina. Akibat kebaktiankebaktian kebangunan rohani yang dipimpin oleh John Sung dan Andrew Gih telah menghasilkan banyak buah berupa pekerja penuh waktu yang melayani Tuhan serta tim-tim penginjilan yang berkembang di sana sini sehingga telah menggugah semangat kebangsaan di negara-negara Asia. Namun gerakan Ekumene yang mengabaikan ortodoksi dan memperluas semangat toleransi terhadap segala macam aliran baru, ditambah gerakan Karismatik yang telah menggantikan gerakan Pentakosta tradisional untuk merombak struktur pikiran gereja-gereja denominasional, telah menghasilkan gelombang-gelombang awam yang tidak mengerti teologi namun memberanikan diri untuk mengabarkan Injil dan mendirikan gereja-gereja tanpa Pengakuan Iman, tanpa liturgi, bahkan tanpa penghargaan terhadap musik-musik yang agung yang diwariskan dari sejarah.
Pada tahun 70 hingga 80an, ketika kaum Injili melihat bahaya kesimpangsiuran yang terjadi di dalam Kekristenan, di Asia Tenggara gerakan mahasiswa mulai dibangkitkan, termasuk Gerakan Perkantas dan Lembaga Pelayanan Mahasiswa (Campus Crusade). Namun kubu-kubu teologi, yaitu tempat-tempat pendidikan hamba Tuhan sudah tidak mempunyai kekuatan yang cukup untuk mempertahankan iman kepercayaan yang ortodoks. Itulah sebabnya terjadi gerakan mendirikan sekolah teologi di luar jalur institusi-institusi yang konvensional. Sejarah membuktikan sekolah-sekolah semacam ini kurang berbobot dalam mempertahankan teologi yang benar dan pengertian Kitab Suci yang bertanggung jawab dan benar. Itulah sebabnya banyak hamba Tuhan lulusan sekolah-sekolah semacam ini sulit menerima tantangan zaman apalagi menantang zaman, khususnya dalam menghadapi kaum intelektual.
Di pihak lain, kebangunan agama-agama di luar Kekristenan juga menjadi suatu tantangan yang besar bagi iman Kristen. Semakin banyaknya kaum cendekiawan dalam agama-agama lain dan kesadaran mereka untuk melakukan konsolidasi juga merupakan fakta yang tidak boleh kita abaikan. Selain itu, makin meningkatnya pendidikan serta makin banyaknya pengaruh filsafat modern di negara-negara Asia telah meningkatkan kemungkinan Kekristenan, dengan pimpinan yang kurang berbobot, menjadi agama yang dianggap terbelakang dan dilecehkan oleh generasi yang baru. Melihat situasi demikian, siapakah yang sudah bersiap sedia untuk menerima tantangan ini serta mengisi kebutuhan zaman pada akhir abad ke-20?
Kuantitas yang diperoleh melalui gerakan-gerakan yang berlangsung di kalangan rakyat jelata tidak cukup untuk menjawab tantangan zaman ini. Karena ketidakpuasan terhadap kesimpangsiuran pengajaran Kristen masa kini dan ketidaksanggupan pihak Liberalisme maupun gerakan Kristen yang bersayap emosional untuk mewakili Kekristenan sejati, maka kami memikirkan perlu adanya Gerakan Reformed Injili.
Gerakan ini berada di dalam gelombang transisi dari masyarakat agrikultural (pertanian) menuju masyarakat industrialisasi dan juga menuju masyarakat informasi. Itulah sebabnya Gerakan ini tidak mudah diikuti oleh orang yang belum biasa dengan kedahsyatan gelombang transisi ini, apalagi Gerakan yang melawan arus ini berakar pada semangat yang dirintis pada abad ke-16. Gerakan ini bermotivasi membawa Kekristenan menuju abad ke-21. Itulah sebabnya, tidak heran, jika gerakan ini dinilai terlalu terbelakang atau melawan arus.
2. Gerakan Reformed dalam Sejarah
Reformasi yang terjadi pada abad ke-16 merupakan gerakan yang unik dan tidak tertandingi karena motivasi reformasi adalah kembali kepada Kitab Suci dan mengaku bahwa segala sesuatu semata-mata berdasarkan anugerah, dan bahwa hanya melalui iman, dan bukan jasa manusia, kaum pilihan dipanggil untuk menjadi saksi Tuhan di dalam dunia ini. Gereja dipanggil bukan hanya untuk mengabarkan Injil dan mengajarkan kebenaran, gereja juga dipanggil untuk melaksanakan mandat budaya melalui bimbingan Firman Tuhan untuk mencerahkan dunia ini dengan prinsip-prinsip Firman Tuhan dalam segala aspek kebudayaan.
Dalam segala segi kehidupan manusia, sejarah telah menyaksikan kontribusi Calvinisme, mulai dari kehidupan pribadi sampai kehidupan bermasyarakat dan pendidikan, bahkan menjadi perintis demokrasi di seluruh dunia. Pada saat pengaruh Liberalisme semakin meluas dan menggerogoti iman Kristen dalam abad ke-19, teolog-teolog Reformed dengan gigih berdiri di garis pertempuran yang paling depan untuk melawan ajaran-ajaran yang tidak setia kepada Kitab Suci. Sehingga baik di Eropa maupun di Amerika, buku-buku yang paling berbobot dalam memerangi ajaran-ajaran liberal kebanyakan merupakan hasil karya teolog-teolog Reformed. Semangat teologi Reformed inilah yang telah memelihara Kekristenan dari segala penyelewengan dan perselingkuhan gereja sebagai mempelai perempuan Kristus yang harus setia kepada Tuhan.
Tokoh-tokoh seperti Abraham Kuyper, Herman Bavinck, Hendrik Kraemer di Belanda; dan Charles Hodge, Archibald Hodge, B.B. Warfield, Gresham Machen, Cornelius Van Til, John Murray, dan tokoh-tokoh lainnya di Amerika telah memperlihatkan semangat tidak berkompromi mereka yang diturunkan dari John Calvin. Penemuan anugerah umum (common grace) dan keunikan pengertian wahyu umum (general revelation) telah menjadi keunggulan dan ciri khas Teologi Reformed dalam menangani masalah-masalah kebudayaan serta memberi pencerahan dan bimbingan kepada semua penemuan ilmiah yang paling modern, juga perubahan arus pikiran sampai pada Gerakan Zaman Baru dan Postmodernisme. Tidak ada seorang pun yang bisa mengabaikan apa yang telah dikerjakan oleh Teologi Reformed sepanjang sejarah. Teologi Reformed merupakan salah satu teologi yang paling tahan uji dan paling unggul untuk memimpin orang Kristen melalui peperangan iman dan memberi petunjuk untuk hari depan umat manusia.
3. Panggilan Gerakan Reformed Injili
Bukankah banyak pimpinan gereja yang pernah dididik di sekolah teologi Reformed di Amerika, Belanda, dan tempat-tempat lain yang sudah kembali berada di ladang pelayanan di Indonesia? Bukankah mereka yang seharusnya membawa gereja kembali kepada semangat Reformed serta membangkitkan kesadaran orang Kristen untuk memelihara iman kepercayaan yang diturunkan kepada kita dan berperang di dalam dunia yang penuh dengan arus pikiran yang sangat berlawanan dengan Kitab Suci?
Setelah menanti selama kira-kira 20 tahun, saya merasa sudah tidak boleh menunggu lagi – meskipun sejak tahun 1964 saya telah mengajar doktrin Reformed di sekolah teologi yang saya layani dan membentuk pikiran Reformed dalam diri para mahasiswa. Panggilan untuk mendirikan Gerakan Reformed Injili ini menjadi semakin jelas dan mendesak setelah saya mendapat penyakit hepatitis B pada tahun 1984.
Hidup adalah sementara. Meskipun saya sudah melayani selama 27 tahun, namun dengan pengertian yang diperoleh melalui pengalaman menderita penyakit lever semacam itu, saya merasa mungkin masih bisa bertahan dalam dunia ini selama hanya 15 sampai 20 tahun lagi. Maka saya tidak menanti orang lain lagi dan dengan sungguh-sungguh berdoa menyerahkan diri sekali lagi untuk menegakkan Gerakan Reformed Injili di Indonesia. Saya memohon kepada Tuhan supaya di dalam waktu 15 tahun, menjelang abad ke-21, sudah terbentuk sekelompok generasi muda yang memahami dan menyadari pentingnya Gerakan Reformed Injili serta rela menyerahkan diri untuk mengabdi dan berkorban di dalam zaman ini.
Tanggapan terhadap panggilan ini mendapat restu dari Tuhan, sehingga pada tahun 1984 dimulailah langkah yang pertama, yaitu dengan berani mengadakan Seminar Pembinaan Iman Kristen (SPIK) untuk memelopori doktrin Reformed. Di luar dugaan, pesertanya makin lama makin banyak dan dengan antusiasme yang sangat tinggi menerima doktrin Reformed yang diajarkan.
Gerakan SPIK yang dimulai sejak tahun 1984 telah menjadi gerakan yang tidak layu hingga sekarang, baik di Indonesia maupun di luar negeri. Mereka yang disadarkan mengambil keputusan untuk mempelajari doktrin Reformed lebih lanjut. Maka langkah kedua dalam panggilan ini adalah mendirikan Sekolah Teologi Reformed Injili (STRI) bagi kaum awam pada tahun 1986.
Apakah yang Disebut Gerakan Reformed Injili?
Gerakan berbeda dengan organisasi. Gerakan merupakan semacam api dan semangat spiritual yang berkobar dan yang membakar sekelompok orang sehingga menjadi suatu kekuatan pengaruh terhadap pribadi-pribadi lain untuk melihat, mengakui, melangsungkan dan melaksanakan suatu tugas yang penting untuk mengubah sejarah. Gerakan sejarah yang bermutu selalu memiliki teori yang konsisten, strategi yang lincah, pengabdian yang tuntas, pengikut yang setia, dan pengaruh yang abadi, baik dalam bidang sekuler maupun rohani, unsur-unsur di atas bisa dilihat dengan jelas. Oleh karena itu Gerakan Reformed Injili juga harus meminta kepada Tuhan untuk memberikan pertolongan dan berkat dalam hal-hal yang penting. Kami percaya bahwa motivasi untuk mengadakan gerakan ini adalah murni berdasarkan panggilan Tuhan dan kebutuhan zaman serta berlangsungnya hidup iman sebagai orang Kristen dalam sejarah. Maka dengan jelas kami melihat Tuhan melimpahkan berkat-Nya baik dalam penyertaan maupun pengurapan, khususnya membangkitkan pribadi-pribadi yang dikobarkan oleh api Roh Kudus. Soli Deo Gloria (Segala kemuliaan hanya bagi Allah).
Apakah Isi Gerakan Reformed Injili?
Gerakan ini meliputi dua aspek. Pertama, mengembalikan pengertian teologi berdasarkan wahyu Allah dalam Kitab Suci yang dipelopori oleh para Reformator, khususnya sayap Calvinisme dan para penerusnya sampai sekarang. Dengan teologi yang ketat ini, yang berasal dari makna-makna yang tersimpan dalam Kitab Suci, maka iman orang Kristen akan dibekali dan diperkuat untuk menghadapi tantangan segala zaman. Kedua, mengobarkan semangat penginjilan dan memobilisasi orang Kristen untuk secara langsung memberitakan Injil, yang adalah kabar baik bagi seluruh umat manusia, memperkenalkan kuasa keselamatan melalui kematian dan kebangkitan Kristus bagi pengampunan dosa dan perdamaian manusia dengan Tuhan Allah sehingga menciptakan hidup baru yang memuliakan Tuhan, bersaksi bagi Kristus, dan mengabarkan Injil. Maka gerakan ini membawa gereja berakar dalam Firman Tuhan dan berbuah dalam dunia ini.
Bagaimana Permulaan Gerakan Ini?
Langkah-langkah Gerakan ini telah dipimpin oleh Tuhan melalui ketaatan hamba-hamba-Nya. Maka kami merencanakan (untuk Aspek Teologi Reformed): Pertama, membentuk sebanyak mungkin massa yang menyadari dan mengalami pengajaran Reformed Injili. Ini diwujudkan dalam bentuk Seminar Pembinaan Iman Kristen (SPIK). Kedua, menyaring dan memperoleh sekelompok kaum awam yang menuntut diri untuk mempelajari teologi Reformed secara sistematis dan konsisten. Ini diwujudkan dalam bentuk Sekolah Teologi Reformed Injili (STRI). Ketiga, mendirikan perpustakaan yang menyediakan buku-buku bermutu untuk mengisi kebutuhan orang-orang yang ingin lebih banyak belajar kebenaran serta meyakini bahwa gerakan ini bersifat universal dan berpengaruh dalam sejarah. Keempat, mendirikan sekolah teologi dan Institut untuk mempersiapkan tenaga hamba Tuhan penuh waktu bagi generasi yang akan datang. Kelima, dengan teologi yang benar mendirikan gereja dan pos-pos Injil untuk menjadi wadah bagi para hamba Tuhan untuk boleh dengan berani mengajarkan teologi Reformed dan menggembalakan kaum pilihan Tuhan. Keenam, menerjemahkan dan mencetak buku-buku teologi Reformed.
Sedangkan rencana dalam Aspek Penginjilan meliputi: Pertama, mengadakan penginjilan massal dan secara langsung menghadapi kebutuhan masyarakat serta mengajar manusia untuk bertobat dan menyambut undangan menjadi orang Kristen. Kedua, mengadakan pemuridan penginjilan untuk melatih pribadi-pribadi yang merasa terpanggil untuk melebarkan Kerajaan Allah melalui penginjilan pribadi. Dengan demikian memobilisasi orang Kristen untuk menjadi saluran anugerah Tuhan bagi masyarakat. Ketiga, melatih penginjil-penginjil penuh waktu dalam sekolah teologi untuk mempersiapkan hamba-hamba Tuhan yang berkarunia dan berbeban khusus dalam penginjilan. Keempat, menyediakan pos-pos Injil untuk menampung buah-buah penginjilan untuk menuju kepada hidup penggembalaan dan gereja.
Apakah Keunikan Gerakan Ini?
Gerakan Reformed Injili berbeda dengan gereja dan denominasi Reformed Injili. Gerakan Reformed Injili dimaksud untuk menjadi dorongan bagi setiap denominasi dan boleh menjadi milik setiap gereja di luar Gereja Reformed Injili, sehingga gereja-gereja dibangunkan dan diarahkan kepada teologi yang benar dan semangat Injili yang benar. Namun Gerakan Reformed Injili tidak menutup kemungkinan bagi hamba-hamba Tuhan yang berteologi Reformed Injili untuk mendirikan Gereja Reformed Injili sebagai salah satu wadah dalam Kerajaan Allah, yang mendampingi gereja-gereja lain untuk melaksanakan tugas panggilannya sebagai tubuh Kristus.
Siapakah yang Ada dalam Gerakan Ini?
Gerakan ini tidak dimonopoli oleh hamba-hamba Tuhan penuh waktu, juga tidak dimonopoli oleh GRII, karena teologi Reformed dan penginjilan dalam Gerakan Reformed Injili merupakan inti internal dan aksi eksternal yang seharusnya dimiliki oleh semua gereja. Maka setiap orang Kristen yang telah mengalami kelahiran baru oleh Roh Kudus dan telah dibaptiskan ke dalam Tuhan, berhak berbagian dalam Gerakan Reformed Injili. Jika Tuhan memimpin, maka orang-orang Kristen yang bersemangat dan berteologi semacam ini, boleh dengan bebas, atas kerelaannya sendiri, bergabung ke dalam Lembaga Reformed Injili, bahkan Gereja Reformed Injili Indonesia. Setiap orang yang berbagian dalam gerakan ini harus menyadari dan memahami Pengakuan Iman Reformed Injili serta rela bekerja sama dengan kaum Reformed Injili untuk mengembangkan gerakan ini, dengan tujuan untuk memuliakan Tuhan, memurnikan iman gereja, dan mengobarkan semangat Amanat Agung sampai Kristus datang kembali.
GRII dan Gerakan Reformed Injili
GRII didirikan di atas dasar Pengakuan Iman Reformed Injili dengan tujuan menegakkan satu gereja yang berbasiskan teologi Reformed, dengan mimbar yang menyampaikan khotbah ekspositoris, dan jemaat yang berkomitmen mengabarkan Injil. Gereja ini merupakan bagian dari tubuh Kristus, yang terdiri dari semua gereja yang berdasarkan pada ajaran yang benar dalam melaksanakan tugasnya di dalam dunia ini. Anggota GRII terdiri dari: Pertama, hasil penginjilan langsung yang menerima Tuhan dan dibaptiskan ke dalam GRII. Kedua, dari anggota gereja di luar negeri atau luar pulau yang pindah ke kota di mana GRII ada, lalu atas permintaan dan kerelaannya sendiri menjadi anggota GRII melalui atestasi setelah mengikuti katekisasi. Ketiga, anak-anak anggota yang dijanjikan oleh orangtua yang beriman untuk mendidik mereka berdasarkan iman Kristen. Keempat, perpindahan anggota gereja lain dengan mengikuti prosedur yang sah.
Dari antara anggota GRII yang meyakini pentingnya Gerakan Reformed Injili serta memiliki beban panggilan Tuhan untuk terjun dalam gerakan ini, mereka akan diberikan kesempatan untuk mengikuti pelayanan sehingga melalui pengamatan, latihan dan penyaringan, sebagian menjadi pekerja-pekerja yang melayani lebih banyak orang. Pengurus terdiri dari mereka yang sudah melewati tahap pelayanan yang dianggap cukup matang. Setiap orang Kristen yang menyadari dan memahami Gerakan Reformed Injili seharusnya memberi pengaruh yang positif, baik di dalam hidup gerejawi maupun hidup bermasyarakat dan bernegara.
Prospek Gerakan Ini
Melalui kepercayaan Reformed Injili, kami mengharapkan semakin banyak gereja yang kembali kepada ajaran yang benar, dan semakin banyak gereja yang terjun dalam melaksanakan Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus. Dengan demikian, STTRII, Institut Reformed, dan STRI yang berada di kota-kota besar di Indonesia maupun di luar negeri, memikul kewajiban untuk mendidik orang Kristen dalam pengenalan teologi Reformed serta memobilisasi misi penginjilan. Sedangkan GRII diharapkan untuk membuka sebanyak mungkin MRI (Mimbar Reformed Injili) di berbagai tempat untuk mengisi kebutuhan dan kehausan orang Kristen akan Firman Tuhan, teologi Reformed, dan latihan penginjilan. Kami mengharapkan teologi yang benar menjadi kunci pencerahan bagi kebudayaan dan kehidupan di dalam dunia ini; dan melalui penginjilan, membawa seluruh bangsa kembali kepada Tuhan. Karena Tuhan berkata. “Kamulah terang dunia, kamulah garam dunia.” Dalam menyongsong abad ke-21 yang ditandai dengan gerakan massa yang dipengaruhi oleh semangat Gerakan Zaman Baru serta gerakan kebudayaan yang berfilsafatkan Postmodernisme, marilah kita memancarkan cahaya Firman Tuhan bagaikan mercusuar yang menuntun semua orang yang tersesat kembali ke pangkuan Allah yang kekal.
--
Diambil dari buku Gerakan Reformed Injili - Apa? dan Mengapa? (Pdt. Dr. Stephen Tong)
Pada tahun 70 hingga 80an, ketika kaum Injili melihat bahaya kesimpangsiuran yang terjadi di dalam Kekristenan, di Asia Tenggara gerakan mahasiswa mulai dibangkitkan, termasuk Gerakan Perkantas dan Lembaga Pelayanan Mahasiswa (Campus Crusade). Namun kubu-kubu teologi, yaitu tempat-tempat pendidikan hamba Tuhan sudah tidak mempunyai kekuatan yang cukup untuk mempertahankan iman kepercayaan yang ortodoks. Itulah sebabnya terjadi gerakan mendirikan sekolah teologi di luar jalur institusi-institusi yang konvensional. Sejarah membuktikan sekolah-sekolah semacam ini kurang berbobot dalam mempertahankan teologi yang benar dan pengertian Kitab Suci yang bertanggung jawab dan benar. Itulah sebabnya banyak hamba Tuhan lulusan sekolah-sekolah semacam ini sulit menerima tantangan zaman apalagi menantang zaman, khususnya dalam menghadapi kaum intelektual.
Di pihak lain, kebangunan agama-agama di luar Kekristenan juga menjadi suatu tantangan yang besar bagi iman Kristen. Semakin banyaknya kaum cendekiawan dalam agama-agama lain dan kesadaran mereka untuk melakukan konsolidasi juga merupakan fakta yang tidak boleh kita abaikan. Selain itu, makin meningkatnya pendidikan serta makin banyaknya pengaruh filsafat modern di negara-negara Asia telah meningkatkan kemungkinan Kekristenan, dengan pimpinan yang kurang berbobot, menjadi agama yang dianggap terbelakang dan dilecehkan oleh generasi yang baru. Melihat situasi demikian, siapakah yang sudah bersiap sedia untuk menerima tantangan ini serta mengisi kebutuhan zaman pada akhir abad ke-20?
Kuantitas yang diperoleh melalui gerakan-gerakan yang berlangsung di kalangan rakyat jelata tidak cukup untuk menjawab tantangan zaman ini. Karena ketidakpuasan terhadap kesimpangsiuran pengajaran Kristen masa kini dan ketidaksanggupan pihak Liberalisme maupun gerakan Kristen yang bersayap emosional untuk mewakili Kekristenan sejati, maka kami memikirkan perlu adanya Gerakan Reformed Injili.
Gerakan ini berada di dalam gelombang transisi dari masyarakat agrikultural (pertanian) menuju masyarakat industrialisasi dan juga menuju masyarakat informasi. Itulah sebabnya Gerakan ini tidak mudah diikuti oleh orang yang belum biasa dengan kedahsyatan gelombang transisi ini, apalagi Gerakan yang melawan arus ini berakar pada semangat yang dirintis pada abad ke-16. Gerakan ini bermotivasi membawa Kekristenan menuju abad ke-21. Itulah sebabnya, tidak heran, jika gerakan ini dinilai terlalu terbelakang atau melawan arus.
2. Gerakan Reformed dalam Sejarah
Reformasi yang terjadi pada abad ke-16 merupakan gerakan yang unik dan tidak tertandingi karena motivasi reformasi adalah kembali kepada Kitab Suci dan mengaku bahwa segala sesuatu semata-mata berdasarkan anugerah, dan bahwa hanya melalui iman, dan bukan jasa manusia, kaum pilihan dipanggil untuk menjadi saksi Tuhan di dalam dunia ini. Gereja dipanggil bukan hanya untuk mengabarkan Injil dan mengajarkan kebenaran, gereja juga dipanggil untuk melaksanakan mandat budaya melalui bimbingan Firman Tuhan untuk mencerahkan dunia ini dengan prinsip-prinsip Firman Tuhan dalam segala aspek kebudayaan.
Dalam segala segi kehidupan manusia, sejarah telah menyaksikan kontribusi Calvinisme, mulai dari kehidupan pribadi sampai kehidupan bermasyarakat dan pendidikan, bahkan menjadi perintis demokrasi di seluruh dunia. Pada saat pengaruh Liberalisme semakin meluas dan menggerogoti iman Kristen dalam abad ke-19, teolog-teolog Reformed dengan gigih berdiri di garis pertempuran yang paling depan untuk melawan ajaran-ajaran yang tidak setia kepada Kitab Suci. Sehingga baik di Eropa maupun di Amerika, buku-buku yang paling berbobot dalam memerangi ajaran-ajaran liberal kebanyakan merupakan hasil karya teolog-teolog Reformed. Semangat teologi Reformed inilah yang telah memelihara Kekristenan dari segala penyelewengan dan perselingkuhan gereja sebagai mempelai perempuan Kristus yang harus setia kepada Tuhan.
Tokoh-tokoh seperti Abraham Kuyper, Herman Bavinck, Hendrik Kraemer di Belanda; dan Charles Hodge, Archibald Hodge, B.B. Warfield, Gresham Machen, Cornelius Van Til, John Murray, dan tokoh-tokoh lainnya di Amerika telah memperlihatkan semangat tidak berkompromi mereka yang diturunkan dari John Calvin. Penemuan anugerah umum (common grace) dan keunikan pengertian wahyu umum (general revelation) telah menjadi keunggulan dan ciri khas Teologi Reformed dalam menangani masalah-masalah kebudayaan serta memberi pencerahan dan bimbingan kepada semua penemuan ilmiah yang paling modern, juga perubahan arus pikiran sampai pada Gerakan Zaman Baru dan Postmodernisme. Tidak ada seorang pun yang bisa mengabaikan apa yang telah dikerjakan oleh Teologi Reformed sepanjang sejarah. Teologi Reformed merupakan salah satu teologi yang paling tahan uji dan paling unggul untuk memimpin orang Kristen melalui peperangan iman dan memberi petunjuk untuk hari depan umat manusia.
3. Panggilan Gerakan Reformed Injili
Bukankah banyak pimpinan gereja yang pernah dididik di sekolah teologi Reformed di Amerika, Belanda, dan tempat-tempat lain yang sudah kembali berada di ladang pelayanan di Indonesia? Bukankah mereka yang seharusnya membawa gereja kembali kepada semangat Reformed serta membangkitkan kesadaran orang Kristen untuk memelihara iman kepercayaan yang diturunkan kepada kita dan berperang di dalam dunia yang penuh dengan arus pikiran yang sangat berlawanan dengan Kitab Suci?
Setelah menanti selama kira-kira 20 tahun, saya merasa sudah tidak boleh menunggu lagi – meskipun sejak tahun 1964 saya telah mengajar doktrin Reformed di sekolah teologi yang saya layani dan membentuk pikiran Reformed dalam diri para mahasiswa. Panggilan untuk mendirikan Gerakan Reformed Injili ini menjadi semakin jelas dan mendesak setelah saya mendapat penyakit hepatitis B pada tahun 1984.
Hidup adalah sementara. Meskipun saya sudah melayani selama 27 tahun, namun dengan pengertian yang diperoleh melalui pengalaman menderita penyakit lever semacam itu, saya merasa mungkin masih bisa bertahan dalam dunia ini selama hanya 15 sampai 20 tahun lagi. Maka saya tidak menanti orang lain lagi dan dengan sungguh-sungguh berdoa menyerahkan diri sekali lagi untuk menegakkan Gerakan Reformed Injili di Indonesia. Saya memohon kepada Tuhan supaya di dalam waktu 15 tahun, menjelang abad ke-21, sudah terbentuk sekelompok generasi muda yang memahami dan menyadari pentingnya Gerakan Reformed Injili serta rela menyerahkan diri untuk mengabdi dan berkorban di dalam zaman ini.
Tanggapan terhadap panggilan ini mendapat restu dari Tuhan, sehingga pada tahun 1984 dimulailah langkah yang pertama, yaitu dengan berani mengadakan Seminar Pembinaan Iman Kristen (SPIK) untuk memelopori doktrin Reformed. Di luar dugaan, pesertanya makin lama makin banyak dan dengan antusiasme yang sangat tinggi menerima doktrin Reformed yang diajarkan.
Gerakan SPIK yang dimulai sejak tahun 1984 telah menjadi gerakan yang tidak layu hingga sekarang, baik di Indonesia maupun di luar negeri. Mereka yang disadarkan mengambil keputusan untuk mempelajari doktrin Reformed lebih lanjut. Maka langkah kedua dalam panggilan ini adalah mendirikan Sekolah Teologi Reformed Injili (STRI) bagi kaum awam pada tahun 1986.
Apakah yang Disebut Gerakan Reformed Injili?
Gerakan berbeda dengan organisasi. Gerakan merupakan semacam api dan semangat spiritual yang berkobar dan yang membakar sekelompok orang sehingga menjadi suatu kekuatan pengaruh terhadap pribadi-pribadi lain untuk melihat, mengakui, melangsungkan dan melaksanakan suatu tugas yang penting untuk mengubah sejarah. Gerakan sejarah yang bermutu selalu memiliki teori yang konsisten, strategi yang lincah, pengabdian yang tuntas, pengikut yang setia, dan pengaruh yang abadi, baik dalam bidang sekuler maupun rohani, unsur-unsur di atas bisa dilihat dengan jelas. Oleh karena itu Gerakan Reformed Injili juga harus meminta kepada Tuhan untuk memberikan pertolongan dan berkat dalam hal-hal yang penting. Kami percaya bahwa motivasi untuk mengadakan gerakan ini adalah murni berdasarkan panggilan Tuhan dan kebutuhan zaman serta berlangsungnya hidup iman sebagai orang Kristen dalam sejarah. Maka dengan jelas kami melihat Tuhan melimpahkan berkat-Nya baik dalam penyertaan maupun pengurapan, khususnya membangkitkan pribadi-pribadi yang dikobarkan oleh api Roh Kudus. Soli Deo Gloria (Segala kemuliaan hanya bagi Allah).
Apakah Isi Gerakan Reformed Injili?
Gerakan ini meliputi dua aspek. Pertama, mengembalikan pengertian teologi berdasarkan wahyu Allah dalam Kitab Suci yang dipelopori oleh para Reformator, khususnya sayap Calvinisme dan para penerusnya sampai sekarang. Dengan teologi yang ketat ini, yang berasal dari makna-makna yang tersimpan dalam Kitab Suci, maka iman orang Kristen akan dibekali dan diperkuat untuk menghadapi tantangan segala zaman. Kedua, mengobarkan semangat penginjilan dan memobilisasi orang Kristen untuk secara langsung memberitakan Injil, yang adalah kabar baik bagi seluruh umat manusia, memperkenalkan kuasa keselamatan melalui kematian dan kebangkitan Kristus bagi pengampunan dosa dan perdamaian manusia dengan Tuhan Allah sehingga menciptakan hidup baru yang memuliakan Tuhan, bersaksi bagi Kristus, dan mengabarkan Injil. Maka gerakan ini membawa gereja berakar dalam Firman Tuhan dan berbuah dalam dunia ini.
Bagaimana Permulaan Gerakan Ini?
Langkah-langkah Gerakan ini telah dipimpin oleh Tuhan melalui ketaatan hamba-hamba-Nya. Maka kami merencanakan (untuk Aspek Teologi Reformed): Pertama, membentuk sebanyak mungkin massa yang menyadari dan mengalami pengajaran Reformed Injili. Ini diwujudkan dalam bentuk Seminar Pembinaan Iman Kristen (SPIK). Kedua, menyaring dan memperoleh sekelompok kaum awam yang menuntut diri untuk mempelajari teologi Reformed secara sistematis dan konsisten. Ini diwujudkan dalam bentuk Sekolah Teologi Reformed Injili (STRI). Ketiga, mendirikan perpustakaan yang menyediakan buku-buku bermutu untuk mengisi kebutuhan orang-orang yang ingin lebih banyak belajar kebenaran serta meyakini bahwa gerakan ini bersifat universal dan berpengaruh dalam sejarah. Keempat, mendirikan sekolah teologi dan Institut untuk mempersiapkan tenaga hamba Tuhan penuh waktu bagi generasi yang akan datang. Kelima, dengan teologi yang benar mendirikan gereja dan pos-pos Injil untuk menjadi wadah bagi para hamba Tuhan untuk boleh dengan berani mengajarkan teologi Reformed dan menggembalakan kaum pilihan Tuhan. Keenam, menerjemahkan dan mencetak buku-buku teologi Reformed.
Sedangkan rencana dalam Aspek Penginjilan meliputi: Pertama, mengadakan penginjilan massal dan secara langsung menghadapi kebutuhan masyarakat serta mengajar manusia untuk bertobat dan menyambut undangan menjadi orang Kristen. Kedua, mengadakan pemuridan penginjilan untuk melatih pribadi-pribadi yang merasa terpanggil untuk melebarkan Kerajaan Allah melalui penginjilan pribadi. Dengan demikian memobilisasi orang Kristen untuk menjadi saluran anugerah Tuhan bagi masyarakat. Ketiga, melatih penginjil-penginjil penuh waktu dalam sekolah teologi untuk mempersiapkan hamba-hamba Tuhan yang berkarunia dan berbeban khusus dalam penginjilan. Keempat, menyediakan pos-pos Injil untuk menampung buah-buah penginjilan untuk menuju kepada hidup penggembalaan dan gereja.
Apakah Keunikan Gerakan Ini?
Gerakan Reformed Injili berbeda dengan gereja dan denominasi Reformed Injili. Gerakan Reformed Injili dimaksud untuk menjadi dorongan bagi setiap denominasi dan boleh menjadi milik setiap gereja di luar Gereja Reformed Injili, sehingga gereja-gereja dibangunkan dan diarahkan kepada teologi yang benar dan semangat Injili yang benar. Namun Gerakan Reformed Injili tidak menutup kemungkinan bagi hamba-hamba Tuhan yang berteologi Reformed Injili untuk mendirikan Gereja Reformed Injili sebagai salah satu wadah dalam Kerajaan Allah, yang mendampingi gereja-gereja lain untuk melaksanakan tugas panggilannya sebagai tubuh Kristus.
Siapakah yang Ada dalam Gerakan Ini?
Gerakan ini tidak dimonopoli oleh hamba-hamba Tuhan penuh waktu, juga tidak dimonopoli oleh GRII, karena teologi Reformed dan penginjilan dalam Gerakan Reformed Injili merupakan inti internal dan aksi eksternal yang seharusnya dimiliki oleh semua gereja. Maka setiap orang Kristen yang telah mengalami kelahiran baru oleh Roh Kudus dan telah dibaptiskan ke dalam Tuhan, berhak berbagian dalam Gerakan Reformed Injili. Jika Tuhan memimpin, maka orang-orang Kristen yang bersemangat dan berteologi semacam ini, boleh dengan bebas, atas kerelaannya sendiri, bergabung ke dalam Lembaga Reformed Injili, bahkan Gereja Reformed Injili Indonesia. Setiap orang yang berbagian dalam gerakan ini harus menyadari dan memahami Pengakuan Iman Reformed Injili serta rela bekerja sama dengan kaum Reformed Injili untuk mengembangkan gerakan ini, dengan tujuan untuk memuliakan Tuhan, memurnikan iman gereja, dan mengobarkan semangat Amanat Agung sampai Kristus datang kembali.
GRII dan Gerakan Reformed Injili
GRII didirikan di atas dasar Pengakuan Iman Reformed Injili dengan tujuan menegakkan satu gereja yang berbasiskan teologi Reformed, dengan mimbar yang menyampaikan khotbah ekspositoris, dan jemaat yang berkomitmen mengabarkan Injil. Gereja ini merupakan bagian dari tubuh Kristus, yang terdiri dari semua gereja yang berdasarkan pada ajaran yang benar dalam melaksanakan tugasnya di dalam dunia ini. Anggota GRII terdiri dari: Pertama, hasil penginjilan langsung yang menerima Tuhan dan dibaptiskan ke dalam GRII. Kedua, dari anggota gereja di luar negeri atau luar pulau yang pindah ke kota di mana GRII ada, lalu atas permintaan dan kerelaannya sendiri menjadi anggota GRII melalui atestasi setelah mengikuti katekisasi. Ketiga, anak-anak anggota yang dijanjikan oleh orangtua yang beriman untuk mendidik mereka berdasarkan iman Kristen. Keempat, perpindahan anggota gereja lain dengan mengikuti prosedur yang sah.
Dari antara anggota GRII yang meyakini pentingnya Gerakan Reformed Injili serta memiliki beban panggilan Tuhan untuk terjun dalam gerakan ini, mereka akan diberikan kesempatan untuk mengikuti pelayanan sehingga melalui pengamatan, latihan dan penyaringan, sebagian menjadi pekerja-pekerja yang melayani lebih banyak orang. Pengurus terdiri dari mereka yang sudah melewati tahap pelayanan yang dianggap cukup matang. Setiap orang Kristen yang menyadari dan memahami Gerakan Reformed Injili seharusnya memberi pengaruh yang positif, baik di dalam hidup gerejawi maupun hidup bermasyarakat dan bernegara.
Prospek Gerakan Ini
Melalui kepercayaan Reformed Injili, kami mengharapkan semakin banyak gereja yang kembali kepada ajaran yang benar, dan semakin banyak gereja yang terjun dalam melaksanakan Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus. Dengan demikian, STTRII, Institut Reformed, dan STRI yang berada di kota-kota besar di Indonesia maupun di luar negeri, memikul kewajiban untuk mendidik orang Kristen dalam pengenalan teologi Reformed serta memobilisasi misi penginjilan. Sedangkan GRII diharapkan untuk membuka sebanyak mungkin MRI (Mimbar Reformed Injili) di berbagai tempat untuk mengisi kebutuhan dan kehausan orang Kristen akan Firman Tuhan, teologi Reformed, dan latihan penginjilan. Kami mengharapkan teologi yang benar menjadi kunci pencerahan bagi kebudayaan dan kehidupan di dalam dunia ini; dan melalui penginjilan, membawa seluruh bangsa kembali kepada Tuhan. Karena Tuhan berkata. “Kamulah terang dunia, kamulah garam dunia.” Dalam menyongsong abad ke-21 yang ditandai dengan gerakan massa yang dipengaruhi oleh semangat Gerakan Zaman Baru serta gerakan kebudayaan yang berfilsafatkan Postmodernisme, marilah kita memancarkan cahaya Firman Tuhan bagaikan mercusuar yang menuntun semua orang yang tersesat kembali ke pangkuan Allah yang kekal.
--
Diambil dari buku Gerakan Reformed Injili - Apa? dan Mengapa? (Pdt. Dr. Stephen Tong)